
Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) Menyelenggarakan Rapat Koordinasi PENYELENGGARA SISTEM ELRRRONIK INFRASTRUKTUR INFORMASI Vital PAYA SELASA (22/4) Di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat.
Dalam Keterangan Resminya, bssn Menyebut mer ek koordinasi ini Bertjuuan untuk memperuat kerja sama dalam Melindungi Data dan sistem memping indonesia Dari serangan siber. Kegiatan ini Mempertemukan Berbagai pihak unkoordinasi Dan Berbagi informasi Terbaru Terkait Keamanan Siber.
Infrastruktur Informasi Vital (IIV) Adalah Sistem Elektronik Yang Sangan Sangan Penting Bagi Sektor Strategis Seperti Energi, Keuana, Dan Transportasi. Gangguan Pada Sistem Ini Dapat Berdampak Besar Pada Masyarakat Dan Perekonomian. PEMERINTAH, MELLALUI PERATURAN PRESIDEN NOMOR 82 TAHUN 2022, Mendorong Pengamanan IIV Yang Dikoordinasikan Olsnh Bssn.
PAYA Kesempatan Tersebut Kepala Bssn Nugroho Sulistyo Buda Menankan Pentingnya Koordinasi Lintas Sektor Dalam Mewujudkan Ketahanan Siber Nasional.
“Seluruh Pemangku Kepentingan Perlu Bersinergi dan Berkomitmen untuk mempercepat pembentukan tim tanggap insiden Siber (TTIS) Pada pera-masing-masing percan laKaKan dobowo lobowo lobowo lobowo subalo. Tersebut, ”UCAP Nugroho, Rabu (23/4).
Nugroho pun menambahkan tegalan tta sektoror, gov-csirt bssn dapat dijadikan Sebagai panutan PEMBENTUMAN DAN OPERASIONISASI TTIS SEKTORAL SESUAI DENGAN PRINSIP keamanan dengan desain.
Lebih lanjut nugroho menkankan Bahwa agenda prioritas pemerintah, Termasuk Operasionalisasi Teknologi Pemerintah (GovTech), Data Program Torgygal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) DAN Program Lainnya AKAN SANGAT Bergantung Delan Transformasi Digital Yang Aman.
Nugroho pun Mengajak Tutkatkan Kesadaran Dan Kapasitas Iiv Serta Peningkatan Kapababilats Ttis Yang Suda Slahah.
“Hal Yang Urgent Pada Forum Ini Adalah Mari Kita Bersama Memiliki Komitmen untuk Meningkatkan kesadaran Dan Kapasitas Dari Infrastruktur Informasi vital Yang Kita Miliki Serta Eksistensi Dan Kapaabilitas Dari Tim Tanggap Insiden Siber Di Masing-Masing Kementerian Dan Lembaga, “Pungkasnya.
Rapati ini membahas Ancaman Keamanan Siber Terkini, Termasuk Pelajaran Dari Kasus Gangguan Pusat Data Nasional Sementara (PDN) Dan Serangan Ransomware di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
Kegiatan Akan Fokus Pada Kesiapan Pemerintah Dalam Menerapkan Data Torgal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Dan Teknologi Pemerintah (GovTech), Serta Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Di Seluruh Instansi Pemerintah. Keamanan Siber Dalam Mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Dan Perlindungan iiv di Sektor Keuanda Maga Akan Dibahas.
Sekitar 150 Peserta Dari Bssn Dan Berbagai Sektor IIV, Termasuk Keuana, Energi, Pangan, Tik, Transportasi, Kesehatan, Perahanan, Dan Administrasi Pemerintahan, Hadir Dalam Rapat Ini.
Setiap Perwakilan Kementerian/Lembaga Diharapkan Anggota Masukan Terkaita Rencana Kerja Keamanan Siber Tahun 2025, Kebijakan Keamanan Siber Nasional Dan Internasional, Serta Potensi Kerja Sama Dengan Bsn. Diharapkan Rapat Koordinasi ini Menghasilkan Rekomendasi Kebijakan Dan Mempercepat Upaya Pengamanan Sistem Elektronik Nasional Secara Berkelanjutan. (E-4)

