
Alexander P. Taum
(email dilindungi)
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka Mendukung Penuh Pelaksaanan Festival Maumerelogia 5 Yang Akan Berlangsung Pada 15-24 Mei 2025. Hal itu disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Ketika Bertemu Dengan Tim Pelaksana Festival Maumerelogia Di Ruman Jabatan Bupati Sikka Sada Jumatat, (4).
Festival Maumerelogia adalah sebuah festival pertunjukan teater yang sudah berjalan selama empat edisi sejak 2016. Setelah hampir lima tahun vakum karena pandemi di 2020, edisi kelima festival ini diadakan kembali dengan format yang diperluas sebagai sebuah festival kota.
“Sejak Tahun Ini, Kami Merancang Maumerelogia Sebagai Sebuah Festival Kota Paradigma Festival Sebagai Kajian Tentang Masyarakat. Festival Direktur Maumerelogia, Eka Putra Nggalu.
Bupati Sikka Menyambut Baik Ide Dan Upaya Kreatif Pelaksaan Festival Maumerelogia ini. Ia Menyebutkan Bahwa Pemerintah Daerah Wajib Mendukung Inisiatif Semacam Ini Karena Memiliki Sumbangsih Yang Sangan Besar Besar Terhadap Upaya Pemujuan Serta Pembangunan di Daerah.
“Jujur Saja, Saya. Kritis.
Menuru Bupati Sikka, Ke Depanya, inisitif kreatif anak Muda di nian tana sikka perklu pelan pelan-pelan disinergikan program perencaanan program-program di Daerah. IA Menyebutkan Bahwa Kolaborasi Lintas Komunitas, Seperti Dewan Kesenian Sikka, Festival Jelasya Maumere, Komunitas-Komunitas Kreatif Serta Dinas-Dina Papane Dinas Parat Parata Kraai Digalakin.
“Di Maumere ini, banyak sekali komunitas kreatif. Kalau semua bekerja sama, kota ini akan hidup sekali. Saya akan mendorong kerja sama dan kolaborasi yang lebih terbuka. Jika kemarin-kemarin ada kendala birokratis, semoga ke depan, Pemerintah Lebih Berperan Mendukung Dan Memfasilitasi Sebab Itu Kewajibanya.
“Selain berkontribusi pada nilai. Saya kira perputaran uangnya juga akan berjalan. UMKM, vendor-vendor, rumah-rumah makan, jasa transportasi, hotel, dan banyak usaha lain turut mendapat manfaat dari festival-festival semacam ini,” tambah Bupati.
Festival Maumerelogia diinisiasi Oleh Komunitas Kahe. Pada Perhelatanya Yang Kelima, Festival Ini Turut Melibatkan Institusi Pendidikan Serta Komunitas Kreatif di Maumere Seperti Iftk Ledalero, Universitas Muhammadiyah, Kata Ayah Keruk, Klub Bohemian, Teater Teater, Para Musisi Maupe Mauper Maupeif. Selain jejaring seniman di maumere, festival maumerelogia buta bermitra gergan garasi performance institute, nara teater, kala teater, rubanah, Dan jogja biennale serta beberapa seniman Dari seluruh indonesia.
Festival Kami yang ingin ingin. Nuwa, Kurator Maumerelogia.
Program ADA LEBIH DARI 35 Yang Akan Dilaksanakan Sepanjang Perhelatan Festival Maumerelogia. Program-program ini ini dikelompokan dalam empat kategori utama, antara lain forum gagasan, pertunjukan musik, pertunjukan teater, dan residensi seniman.
Festival Tentang Maumerelogia
Festival Tema Utama Maumerelogia Adalah Kultur, Kota, Kita. Kota Hari ini gangan seluruh logika pembangunanya Amat dipengaruhi ehak laj modernisasi yang berakar sejarah kolonialisme eropa.
Kolonialisme Membentuk Matrik Kuasa Kolonial Yang Membenamkan Ideologi Modernitas Eurosentrisme dan Mengarahkan Seluruh Gerak Pertukaran Sumber Daya, Kerja, dan Kepemilikan ke Dalam Sistem Kerapital-Neoliberal, Pemahan, Pemahan, Pemahan, Pemahan, Pemahan, Pemahan Neoliberal, Pemahan, Pemahan, PENGETAHUAN YANG BERPUSAT SERTA TERTUJU PAYA Barat sebagai Standar. Kota Adalah Konskuensi Logis Dari Sistem Ekonomi Surplus: Kolonialisme Baru Dalam Wujud Modernisasi.
BAGI GENERASI 90-AN DI MAUMERE, Pengenalan Akan Modernisasi Sama Kaburnya Gangan Yang Kerap Disebut Sebagai Tradisi. Dua-Duanya Terdistorsi Oleh Kolonialisme, Yang Menghancurkan Sistem Nilai, Norma, Rasa-Merasa Tradisional, Sekaligus Mengalienasi Yang Lokal Demat Imajinasi Tenjuan 'Kemujuan Yang Linier Dan Seragam.
Pembangunan di Indonesia Yang Lama Tersentralisasi Turut Mengukuhkan Ketimpangan Ini. Maumere Tak Seutuhhya Kota, Tak Lagi Kampung. Tak Sepenuhnya Urban, Tak Sungguhh Rural. Sebuah Modernisasi Yang Tak Sel di di di dieny.
Peranya perihal Hubungan Kultur, Kota, Dan Model Kewargaan Macam apa yang Idealnya Dibangun, Perlu Terus Menerus Diajukan. Maumere, Sebagai Kota Pasca-Kolonial, Anggan Banyak Sekali Preseden Soal Terkait Politik Identitas Membuka Tegangan Perihal Watak Kewargaan, Kewargaan Konegrat Kolegrat Kiokratis Berhadapan Dengan Dgungan Feodal-Patonis-Patonis-Patonis-Patonis-Patonis-Patonis-Patonis, Feodal-Patonis-Patonis-Patonis-Patonis, Feodal-Patonis-Patonis-Paton-Patonis, Feodal-Patonis-Patonis-Paton-Paton-Patonis, Feodal-Paton-Patonis-Patonis, Berhadapan Gelan Tuntutan Masyarakat Industri-Birokratis Yang Individu.
Arti Secara Etimologi
Maumerelogia secara Etimologi Terbentuk Dari Dua Suku Kata Yakni Maumere Dan Logia (Logos). Maumerelogia Dengan Demikian Berarti Ide, Gagasan, Bahasan Tentang Maumere. Sejak Semula, Maumerelogia Diproyeksikan Sebagai Sebuah Festival Yang Hendak Menyoal Maumere.
Maumerelogia Dijalankana Dengan Visi Terciptanya Ruang Dialog Kritis Dan Reparatif Antarwarga Tentang Ruang Hidupnya Melalui Medium Kesenian (Pertemuan Artistik). DENGAN DEMIKIAN, program-program Dalam Maumerelogia Diupayakan Berjangkar Pada Kajian Sosial Budaya Yang Kontekstual Untucal Diobrolkan Bersama Dengan Seluruh Partisipan Dan Audiens. Pertunjukan dan Pameran Yang Dikurasi Oheh Festival Turut Membuka Perkakapan Mengenai Seluruh Kerangka Tema Festival.
Maumerelogia buta diniatkan unktelhal hubungan, perttukaran, pengalaman kerja bersama, saling belajar dan menonton di antara para seniman Yang -Terlibat, Baike Maumere Maupun Darah Luare Maumere, Sembari Terbari Terbari Penting Dari Ekologi Seni. Proses Yang Demikian Ditujukan untuk Menciptakan Lingkungan Penciptaan Karya Dan Kepenontonan Seni Yang Diharapkan Terus Bertumbuh Dan Saling Menumbuhkan.
Sebagai festival yang pertama-tama ditujukan bagi sesama warga, Maumerelogia hendak mengajak warga bersama membaca secara kritis situasi sosial budaya hari ini dan pada saat yang sama menggalang solidaritas antarwarga dalam menghadapi kenyataan-kenyataan Kemasyarakatan Yang Selalu Dinamis. (E-2).

