
Seorang Hakim Dari Amerika SerikatPaula xinis, secara tajar menkkritik pemerintahan trump atas Deportasi Kilmar Abrego Garcia Yang Keliru Ke El Salvador. Hakim Xinis Menegaskan Garcia Ditangkap Dan Ditahan Tanpa Dasar Hukum Yang Sah, Suatu Pelangangaran Terhadap Hukum As.
Dalam Penilaan Yang Dinyatakan Dalam Sebuah Dokumen Setebal 22 Halaman, Hakim Xinis Menyebut Situasi Ini Sebagai Sebuah Sebuah “Kesalanan Serius” Yang “Mengejutkan Hati Nurani”. Ia mencatat, “seperti Yang diakui ehar para terakwa, Mereka tidak Memiliki Kewenangan hukum untuk menangkapnya, Tidak Adafikasi untuk Salikuajan, dan tidak menanga, Berbahaya di Belahan Barat. “
Pemerintahan Trump Bererh, Mereka Tidak Bisa Mengembalikan Garcia Karena Tidak Memiliki Wewenang Unkebasyanya Dari Penjara Di El Salvador. Departemen Kehakiman Kini Tengah Mengajukan Banding Untuce Membangalkan Perintah Hakim Xini, Dan Proses Di Pengadilan Banding Diperkirakan Akan Berlangsung Hingga Malam Minggu.
Garcia Merupakan Salah Satu Dari Ratusan Warage Negara Venezuela Dan El Salvador Yang Dideportasi Ke Pusat Penahanan Terorisme (Cecot) Di El Salvador, Akiat Dugaan Keterlibatan Dalam Geng. Namun, Garcia Mendapatkan Perlindungan Hukum Dari Deportasi Sejak 2019, Penganganeranya Menegaskan Ia Tidak Memiliki Hubungan Geng Geng Tersebut Dan Tidak Pernah Didakwa Melakan Kejahantan.
Hakim Xinis Mengecam Pejabat sebagai Yang Mengklaim Mereka Tidak Dapat Berbuat Banyak Untkerbaiki Kesalanan Deportasi Garcia. IA DENGAN TEGAS MENYATANAN PEMERINTAH TIDAK MEMILIKI WEWENANG UNTUK MIANGKAP, MENAHAN, ATAU MENGIM GARCIA KE EL SALVADOR, APALAGI MENJEBLOSKANNAA KE DALAM Pujara Yang Berbahaya.
Hakim Xinis Jaga Menambahkan, “Tentu Saja, Para Terdakwa Tenjak Bermaksud Menyatakan Mereka Telah Secara Besar-Besara Mencabut Perlindungan Substantif dan Prosedural Dari Hukum Tane Tanpat Tanpatkan Tanpatkan Tanpatkan.
Meskipun Demikian, Pemerintahan Trump Melalui Jaksa Agung Pam Bondi Tetap Mempertahankan Keutusan Deportasi Tersebut. Bondi Mengklaim Garcia Adalah Anggota Geng MS-13, Yang Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris Oleh Pemerintahan Trump, Meski Tanpa Bukti Yang Mendukung Klaim Tersebut.
Presiden Trump JagA Anggota Komentar Mengenai Kasus ini, Menyatakan Bahwa Garcia Adalah Anggota MS-13. IA RUGA Mengonfirmasi Presiden El Salvador, Nayib Bukele, Akan Berkunjung Ke Gedung Putih UntuceK Kebahas Kemunckinan PENAHANAN WARGA NEGARA AMERIKA DI PENJARA EL SALVADOR.
“SAYA SANGAT MENYUKAI IDE TERSEBUT. Jika Kita BISA MEMINA EL SALVADOR ATAU NEGARA LAIN UNTUK MENGIL ALIH, SENA AKAN SANGAT SANGAT, TETAPI SAYA PERLU MELIAT APA DIATUR DIATUR OLEH HUKUM,” Kata Trump.
Kasus ini buta berdampak Pada jaksa erez reuvani, Yang diberikan cuti setelah dinilai tidak cukup myakinan dalam pembela argumen semerintah. Jaksa Agung Bondi Menyatakan Bahwa Reuvani Seharusnya Tidak Menganjil Kasus Tersebut Jika Ia Tidak Dapat Prajaga Posisi Klienna Dengan Tegas. (BBC/Z-2)

