
Sekolah Tinggi Profesor Ilmu Hukum Gayus Lumbuun (Stih-pgl) Berkomitmen melahirkan praktisi-Praktisi Hukum Yang Siap Terjun Ke Dunia Kerja. Hal ini tidak uckaDab Dinamika pidana atuu Kriminalitas di Indonesia Yang Sangan Tinggi Dan Coraknya Yang Terus Berubah-Palah.
“Perkembangan Kejahatan Meningkat Delangan Cepat Dan Itu Membutuhkan Sentuhan Para Profesional Di Bidang Hukum,” Ujar Ketua Yayasan Pendidikan Kiprah Pamor (YPKP) Prof Gayus Lumbuun Dalam Keteraman Resmi, Senin Resmi,.
Menuru Mantan Hakim Agung (2011-2018) Tersebut, Seoran Professional Di Bidang Hukum Harus Terus Meng-update Ilmunya Dan MengIKuti Perkembangan Zaman. Terutama Terkait Gangan Bentuk Pelanggaran Hukum Yang Ada Di Tengah Msyarakat.
“Sekarang Kita Mengenal Ada Kejahatan Bidang itu. Yang Terbaru Soal Pengoplosan Minyak Yang Dilakukan Oleh Lembaga Negara Yang Mengurus Perminyakan. ITU SALU SATU BENTUK KEJAHATAN BARU, ”Katananya.
Bentuk Kejahatan Lain Yang BuGA Membutuhkan Profesional Perhatian Dibidang Hukum Adalah Kejahatan Terorisme. Sebagai Dosen Mata Kuliah Terorisme Di Ui, Gayus Menemukan Fakta Mencenangkan Terkait Pendanaan.
“Sekarang Sedang Tiarap, Tetapi Kalau Diteliti, Ini Bergerak Terus Termasuk di Luar Negeri. Ini juga parahadi Bagian Dari Bagaimana Orang Hukum Mengaturinya, ”Tambahnya.
Prof Gayus Menankan Persoalan Hukum Itu Sangan Dinamis, Sesuai Perkembangan Kehidupan Masyarakat Baikat Ditingkat Nasional Maupun Internasional. Perkembangan Atau Kejadian Apapun Yang Terjadi Di Tengah Masyarakat, Sebenarnya Hukum Suda Bekerja di situ.
Lebih Lanjut Prof Gayus, Menjelaska Stih-Pgl Yang Sebelumnya Bernama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Indonesia (Stihi) telah melahirkan Puluhan Praktisi Bidang Hukum. Mereka Kini Telah Berkiprah di Tengah Masyarakat Baik Sebagai Hakim, Jaksa Maupun Pengacara.
“Kami memang Baru Meluluskan Sarjana Hukum Angkatan Pertama. Namun Sebagai Sekolak Tinggi, Lulusan Stih-Pgl Suda Diarahkan Menjadi Praktisi Hukum Dan Bukan Periset Sebagaimana Sarjana Hukum Yang Dihasilkan Universitas, ”Tambahnya.
Karena Itu, Lanjut Prof Gayus, Stih-Pgl Dapat Menjadi Pilihan Bagi Mereka Yang Memang Ingin Menjadi Praktisi Di Bidang Hukum, Dan Terjun Secara Profesional Baik Sebagai Hakim, Jaksa Atau Pengacara.
DENGAN PERINGKAT AKREDITASI SANGAT BAIK, LULUSAN STIH-PGL DIAKUI SETARA DENGAN LULUSAN UNIVERSITAS NEGERI BAIK DALAM HAL JENJANG KANGKATAN ATAU KEILMUAN.
Kampus Yang Berlokasi Di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan Tersebut Memilisi Dukungan Sarana Dan Prasarana Yang Memadai. Bermitra DGAN UNIVERSITAS KISNADWIPAYANA (UNKRIS), MAHASISWA STIH-PGL RUGA MENDAPATKAN TIM PENDAJAR PARA AHLI HUKUM DARI UNKRIS SERMASUK MENGGUNAKAN LABORATORITORIUM RUANG SIRANG BAHANG DIMILIKI UNKRIS.
STIH PGL ITU Sendiri Merupakan Perubahan Stihi Yang Digas Mien Sugandhi, Menteri Pemberdayaan Wanita Presiden Soeharto Pada 2002. Terhitung 16 Desember 2021, Stihi Berubah Menjadi Sekolah Tinggi ilmu Keutusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Nomor: 559/E/202.
Saat ini, STIH PGL BARU MEMILIKI SATU Program Studi Yakni Prodi Ilmu Hukum (S1). Namun Tidak Menutup Kemunckinan Dibukanya fakultas Dan Prodi lain Dibidang Teknik Dan Ekonomi.
“Rencananya, Kami Akans Mengurus Ijin Mementuk Fakultas Lain Dan Aturan Kemendiktaintek, Kalau Punya Tiga Fakultas Dan Prodi, Maka Bua Bisa Mengubahnya Universita. Dan Soal Nama, Nantinya Tidak Harus Prof Gayus Lumbuun, Bisa Nama Lain Yang Diusulkan, ”tutup Prof Gayus. (Z-1)

