
HARGA telur turun, peternak telur di Jawa Timur yang tergabung dalam Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PATERAIN) menggelar aksi demo di Gedung DPRD Jawa Timur.
Selain menggelar demo, para peternak telur juga melakukan aksi simbolik dengan cara berbagi telur gratis ke masyarakat sebagai respons gejolak ekonomi yang alami.
Isbandi salah satu peternak telur asal Bojonegoro menyebut, harga telur di tingkat hulu harganya turun di angka Rp16 ribu dari sebelumnya di kisaran Rp22-24 ribu.
Akibat harga jual telur yang masih anjlok, Isbandi menyebut para peternak merugi sampai Rp400 ribu meski produksi telur mencapai puluhan kilogram setiap harinya.
Anjloknya harga telur tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Isbandi mengungkap penurunan harga itu terjadi karena tingginya tingkat populasi ayam petelur namun tidak sejalan dengan penyerapan komoditas secara maksimal.
“Setiap hari rata-rata panen telur itu 57-60 kilogram, kita rugi bisa sampai Rp400 ribu” katanya.
Sementara itu, Ketua PATERAIN Nur Muhammad Ali menjelaskan, para peternak ayam petelur di Jatim saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang berat. Tidak hanya harga telur yang semakin menurun, harga pakan ternak juga ikut mengalami kenaikan.
Ali juga menyebut pengembangan peternakan skala besar turut memicu terjadinya kelebihan pasokan populasi ayam petelur karena tidak seimbang dengan kapasitas peternak lokal.
“Kondisi tersebut mengakibatkan semakin tidak seimbangnya antara memasok dan tuntutan sehingga harga telur jatuh yang berpotensi mengancam keberlangsungan peternakan rakyat,” katanya.(FL/E-4)

