
TANAH longsor kembali terjadi di kawasan pesisir Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Dilaporkan sedikitnya 14 rumah yang terdampak longsor, empat di antaranya ikut terseret ke sungai yang tak jauh dari muara laut.
Peristiwa pada Selasa (16/6) pagi tersebut terjadi akibat abrasi tanah akibat hantaman ombak. Longsor juga diperparah kontur tanah yang labil. Selain terjadi di kawasan Pasar Kuala Enok pada pukul 09.45 WIB, longsor juga melanda Jalan Kampung Jawa AEC sekitar pukul 10.00 WIB.
“Tim kita masih di lokasi membantu korban sekaligus siaga mengantisipasi kejadian serupa,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, R Arliansah, Rabu (17/6).
Kejadian longsor diketahui merusak fasilitas umum. Seperti vihara, jalan umum, dan pelabuhan. Selain itu, belasan Kepala Keluarga (KK) saat ini banyak yang mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari bencana. Sedangkan BPBD Inhil mendirikan posko darurat.
Sejauh ini perkiraan total kerugian akibat bencana longsor mencapai Rp320 juta. Korban jiwa maupun korban luka-luka dilaporkan nihil dalam kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, tim BPBD Inhil selain telah membantu menyuarakan warga, juga sedang melakukan identifikasi jalur longsor. Kemudian melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang di tingkat kecamatan.
“Untuk penyaluran bantuan bahan makanan pokok, kita sudah menyalurkan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah penanganan segera berupa pengamanan lokasi dan bantuan khusus bagi warga seperti lansia dan balita yang rentan,” tutupnya. (RK)

