
KEHADIRAN “Sekolah Maung”, sebuah konsep pendidikan unggulan gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memicu timbulnya pendaftar pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Cimahi. Dua sekolah yang ditunjuk, yakni SMKN 1 Cimahi dan SMAN 3 Cimahi, kini tengah berjuang memproses ribuan berkas calon siswa yang memperebutkan kuota terbatas.
Hingga Jumat (29/5), panitia SPMB di SMKN 1 Cimahi melaporkan telah menerima 1.239 pendaftar. Padahal, sekolah kejuruan tersebut hanya menyediakan 672 kursi yang tersebar di berbagai jurusan. Kondisi serupa terjadi di SMAN 3 Cimahi dengan 606 pendaftar yang memperebutkan 384 kursi.
Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Cimahi, Erwin, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar diprediksi akan terus bertambah hingga penutupan pendaftaran pada pukul 21.00 WIB malam ini.
- Total Pendaftar: 1.239 calon siswa
- Kuota Tersedia: 672 kursi
- Jalur Akademik (Rapor): 1.118 pendaftar
- Jalur Kompetensi Non-Akademik: 240 pendaftar
- Jalur Potensi Akademik IQ: 1 pendaftar
Erwin menjelaskan, tahun ini SMKN 1 Cimahi menerapkan kebijakan khusus dengan hanya membuka jalur prestasi akademik, kompetensi non-akademik, serta akademik akademik. Jalur afirmasi, zonasi, dan Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) yang biasanya ada, kini ditiadakan.
“Saat ini kami fokus pada tahap verifikasi. Proses ini membutuhkan ketelitian karena satu pendaftar memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk menyetujui dokumen unggahan dengan berkas asli,” ujar Erwin. Ia mengimbau orang tua siswa untuk bersabar selama proses validasi berlangsung.
Standar Tinggi di SMAN 3 Cimahi
Sementara itu, SMAN 3 Cimahi sebagai bagian dari proyek Sekolah Maung juga menetapkan standar masuk yang ketat. Kepala SMAN 3 Cimahi, Endi Diana Ruskandi, menegaskan bahwa calon siswa jalur akademik wajib memiliki rata-rata nilai rapor minimal 85 dan harus mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Untuk jalur prestasi nonakademik, syarat nilai rapor minimal adalah 80. Selain itu, calon siswa harus menyertakan bukti prestasi tingkat provinsi atau sertifikat nasional, baik di bidang olahraga, seni, maupun keagamaan,” jelas Endi.
Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Maung menunjukkan ekspektasi besar terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan melalui gagasan Gubernur Dedi Mulyadi. Namun ketatnya persaingan dan penghapusan jalur zonasi di tingkat SMK menjadi catatan tersendiri bagi peta persaingan pendidikan di Kota Cimahi tahun ini. (Ditjen/I-1)

