
VOLUME kendaraan pada arus balik lebaran 2026 di jalur arteri nasional wilayah Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalayamengalami peningkatan signifikan pada Senin (23/3/2026). Kemacetan panjang hingga 10 kilometer terpantau mulai dari Simpang Pamoyanan hingga Lingkar Gentong arah Bandung.
Titik Hambatan di Simpang Pamoyanan dan Ciawi
Kemacetan dipicu oleh tingginya volume kendaraan pribadi dan angkutan umum yang datang dari arah Jawa Tengah menuju Jawa Barat. Berdasarkan pantauan di lokasi, tersendatnya arus lalu lintas diperparah oleh aktivitas keluar-masuk kendaraan di sejumlah titik krusial, seperti SPBU, Simpang Panyusuhan Ciawi, Sukamantri, hingga Simpang Tiga Pamoyanan.
Seorang pemudik asal Bandung, Budhi (34), mengaku terjebak macet total di wilayah Ciawi. Ia yang baru saja mudik dari Kota Tasikmalaya menyebut kendaraan roda empat nyaris tidak bergerak di jalur menuju Lingkar Gentong.
“Kemacetan terjadi pada H+2 ini memang belum puncaknya, tapi kendaraan sudah terjebak dari Ciawi hingga Lingkar Gentong atas. Banyak mobil pribadi yang dilakukan di tanjakan Lingkar Gentong yang membuat laju kendaraan tersendat-sendat,” ujar Budhi.
Waktu Tempuh Membengkak Signifikan
Kondisi serupa dirasakan Gungun (49), warga Antapani, Bandung. Perjalanan dari Ciamis menuju Bandung yang biasanya ditempuh dalam waktu 3,5 jam, kini meningkat drastis akibat kepadatan di jalur selatan.
Ia menceritakan bahwa dirinya berangkat dari Ciamis pukul 10.00 WIB dan baru mencapai Lingkar Gentong sekitar pukul 14.00 WIB. Menurutnya, kemacetan mengular hingga ke area Rumah Makan Gentong, terutama saat pihak kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas.
“Mudik tahun ini ada kemacetan macet di Simpang Pamoyanan hingga mengular setelah aparat kepolisian memberlakukan satu arah atau SATU ARAH,” kata Gungun.
Tanggapan Kepolisian: Penerapan Buka Tutup
Kasat Lalu Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, mengonfirmasi dimulainya volume kendaraan pada H+2 ini. Menurutnya, kepadatan terjadi karena bercampurnya arus balik dengan pemudik lokal yang melakukan perjalanan wisata dan silaturahmi.
“Kemacetan di jalur arteri nasional melalui Gentong memang terjadi di dua arah, baik ke arah Garut maupun ke Tasikmalaya. Hal ini karena ada pemudik lokal yang tengah berwisata,” jelas AKP Riki.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, pihak kepolisian telah menerapkan Cara Bertindak (CB) berupa sistem buka tutup atau SATU ARAH secara situasional. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dari arah Timur menuju Barat maupun sebaliknya di titik-titik rawan macet.
(H-3)

