
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pujian kepada Ahmed al Ahmedseorang warga sipil Australia dengan tangan kosong merebut senjata api salah satu pelaku penembakan massal di Pantai BondiSidney, Australia, Minggu (14/12). Trump menyebut Ahmed sebagai orang yang sangat berani.
Aksi heroik Ahmed menghentikan pelaku penembakan tersebut terekam kamera warga dan menyebar luas di media sosial, memicu perhatian dan apresiasi internasional.
Dilaporkan Sidney Morning Herald pada Selasa (16/12), Trump menanggapi kejadian penembakan massal di Pantai Bondi dengan menyebut situasi tersebut sebagai kejadian yang mengerikan. Dalam pernyataannya, Trump secara khusus menyoroti keberanian Ahmed yang viral karena aksinya di lokasi kejadian.
“Ada seseorang yang sangat, sangat berani, yang bergerak dan menyergap langsung salah satu menembak dan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Trump.
“Orang yang sangat berani sekarang berada di rumah sakit, lukanya cukup serius. Jadi, rasa hormat yang besar kepada orang yang melakukan hal itu,” lanjutnya.
Penembakan massal yang terjadi di kawasan Pantai Bondi pada Minggu (14/12) waktu setempat menyebabkan sedikitnya 16 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Dalam kejadian tersebut, Ahmed melaporkan terkena dua tembakan di bagian atas bahu kiri saat seorang diri menghadapi dan merebut senjata api dari tangan pelaku. Ia telah menjalani operasi dan saat ini dilaporkan berada dalam kondisi stabil di rumah sakit setempat.
Trump secara singkat menyampaikan tragedi tersebut saat menyampaikan pidato dalam acara Natal di Gedung Putih. Ia menyebut peristiwa itu sebagai serangan mengerikan, serangan anti-Semitisme, yang sangat jelas. Pemerintah Amerika Serikat, melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, juga mengutuk keras serangan teroris yang terjadi di Sydney.
Kepolisian Australia mengidentifikasi dua pelaku penembakan sebagai seorang ayah bernama Sajid Akram, 50 dan anak laki-laki, Naveed Akram, 24. Polisi menyatakan tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam penembakan tersebut.
Sajid Akram tewas ditembak polisi di lokasi kejadian, sementara Naveed mengalami luka kritis dan kini dirawat di rumah sakit di bawah penjagaan ketat aparat keamanan. Otoritas Australia mengungkapkan bahwa Sajid tercatat memiliki enam senjata api yang diperoleh secara legal.
Motif pasti penembakan massal itu masih dalam penyelidikan. Namun, diketahui bahwa serangan terjadi saat berlangsungnya acara tahunan Hanukkah by the Sea yang digelar komunitas Yahudi di Pantai Bondi dan dihadiri lebih dari 1.000 orang.
Kepolisian Australia telah menetapkan kejadian tersebut sebagai aksi terorisme dan mengungkapkan bahwa petugas menemukan dugaan alat peledakan rakitan di dalam sebuah kendaraan yang diduga terkait dengan pelaku, yang terparkir di dekat kawasan pantai. (H-4)

