
KOTA Tangerang Selatan memasuki usia ke-17 tahun, sebuah fase yang oleh Wali Kota Benyamin Davnie disebut sebagai momen untuk naik kelas menjadi kota yang tidak hanya bertumbuh, tetapi juga berkarya dan berdidgaya.
Pesan itu ia sampaikan di DPRD Sidang Paripurna Istimewa sebagai puncak perayaan HUT Kota Tangerang Selatan pada Rabu (26/11).
“Ini adalah waktu yang tepat untuk refleksi, dan terus berupaya bersama agar kota yang kita cintai ini, dengan semakin bertambahnya usia, dapat menjadi kota yang lebih baik lagi, kota yang dapat memenuhi apa yang menjadi harapan dan keinginan warganya,” ujar Benyamin.
Benyamin menegaskan bahwa arah pembangunan lima tahun ke depan telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dengan visi Tangerang Selatan Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif, Menuju Kota Lestari.
Semangat itu diterjemahkan ke dalam berbagai program yang menunjukkan kemajuan signifikan.
Dari sisi ekonomi, Tangsel menorehkan pertumbuhan dari 0,94% pada triwulan I menjadi 2,57% pada triwulan II 2025. Investasi pun terus mengalir, dengan pendapatan Rp9,07 triliun hanya dalam sembilan bulan pertama 2025, lebih tinggi dari total setahun penuh pada 2024.
Kualitas SDM tidak ketinggalan. Indeks Pembangunan Manusia Tangsel kini mencapai angka 84,81, naik dari tahun sebelumnya dengan angka 84,16 (2024) dan tetap menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten.
Dalam konteks Ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka pada tahun 2024 tercatat di angka 5,09% atau menurun dibandingkan dengan Tahun 2023 yang ada di angka 5,81%.
“Terkait dengan pencapaian ini, kita harus terus mengupayakan peningkatan sehingga rasio penduduk yang bekerja dapat mencapai angka di atas 95%,” jelasnya.
Pemerintah memastikan akses pendidikan merata dengan memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk lebih dari 90 ribu siswa TK–SMP, layanan bus sekolah gratis tambahan, serta beragam beasiswa bagi pelajar kurang mampu dan siswa berprestasi hingga untuk para guru PAUD.
Di layanan kesehatan, Tangsel telah mencapai UHC 100%, yang berarti seluruh masyarakat dapat mengakses fasilitas kesehatan. Program Ngider Sehat Premium hadir di 54 kelurahan, lengkap dengan tenaga dokter serta ambulans. Pemerintah juga memberikan insentif kepada 6.000 kader posyandu untuk memperkuat layanan kesehatan dasar.
“Semua layanan ini kita arahkan untuk mewujudkan layanan kesehatan yang mobile dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Benyamin pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penopang kota yang modern. Pemerintah menangani 35 titik rawan banjir, membangun 13 kolam retensi, memasang 35 rumah pompa, serta menata drainase kota sepanjang 24,36 km.
Jalan lingkungan sepanjang 225 km dan 8 jembatan dibangun untuk mempermudah mobilitas masyarakat. Program Tangsel Terang juga terus diperkaya, dengan total 10.100 titik PJU hingga 2024 dan 1.441 titik tambahan pada tahun 2025.
Capaian lainnya termasuk penataan kawasan kumuh seluas 63,38 hektar dalam empat tahun terakhir, penyelesaian 1.691 rumah tidak layak huni sejak tahun 2021, serta penguatan ketahanan lingkungan melalui 279 bank sampah dan 120 rumah maggot.
Semua program itu didukung kapasitas fiskal yang meningkat. Tahun ini APBD Tangsel naik menjadi Rp5,006 triliun, tumbuh 8,63 persen dibandingkan tahun 2024.
“Diharapkan APBD ini dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Benyamin.
Kinerja tersebut mengantarkan Tangsel meraih berbagai penghargaan prestisius. Di antaranya WTP ke-13 berturut-turut, Kota Peduli HAM, Kota Layak Anak kategori Utama, hingga 55 medali olahraga tingkat nasional dan internasional, dan masih banyak penghargaan lainnya.
Dengan jejak jejak itu, Benyamin optimistis Tangsel akan semakin kuat menjadi magnet pertumbuhan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
“Kalau kita kompak, Tangsel bisa jadi digdaya,” katanya menutup berbagai dengan pantun penuh semangat. (Cah/P-3)

