
MEMASUKI hari ketujuh longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Tim SAR fokus pada pencarian lima korban yang masih tertimbun. Hingga hari ketujuh, Tim SAR berhasil menemukan 18 korban meninggal dunia dari 23 korban yang tertimbun.
Kepala Kantor SAR Cilacap Muhamad Abdullah mengatakan upaya pencarian difokuskan pada tiga sektor utama, yaitu tempat kerja A1, B1, dan B2. Titik ketiga tersebut menjadi prioritas setelah medan menunjukkan analisis potensi kuat keberadaan korban.
“Kami terus memaksimalkan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun,” ujar Abdullah.
Berbagai perangkat pendukung pencarian kembali dikerahkan. Dengung digunakan untuk melakukan pemetaan dan menilai potensi pergerakan tanah maupun retakan baru yang membahayakan. Unit K9 juga terlibat untuk mengidentifikasi titik-titik yang mencurigakan.
Alat berat tetap dioperasikan untuk mempercepat proses spesifik, didampingi penggunaan alkon serta peralatan ekstrikasi manual dan modern untuk membuka akses material longsoran. Abdullah berharap pencarian pada hari ketujuh ini membuahkan hasil yang signifikan.
“Mohon doa semoga pencarian hari ini dapat memberikan hasil yang diharapkan,” ujarnya.
Tim SAR masih bekerja ekstra hati-hati mengingat kondisi tebing di lokasi bencana belum sepenuhnya stabil dan berisiko mengalami longsor susulan. (LD/E-4)

