
Para Menteri Luar Negeri Uni eropa bada hai ini wib akan membahas sejumlah opsi tindakan terhadap Israel Terkait Perang Di Jalur Gaza, Palestina. AKAN TETAPI Kemunckinan Besar Mereka Tenjak Akan Menyetuii Satu Pun Opsi.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Blok Tersebut, Kaja Kallas, Mengajukan 10 Langkah Potensial Setelah Israel Terbukti Melanggar Kesepakatan Kerja Sama Antara Kedua Bella Pihak ATA DASAR HAK ASASI. Langkah-Langkah Tersebut Berkisar Dari PENIGUHAN SELURUH PERJanjian ATAU PEMATASAN HUBUNGAN DAGANG HINGGA PEMBERIAN SANKSI KEPADA Menteri Israel, Penerapan Embargo Senjata, Dan Penghentian Perjalanan BeBas Visa.
Namun, Meskipun Kemaran Meningkat atas Kehancuran di Gaza, Negara-Negara uni eropa Tetap Terpecah Belah Mengenai Cara Menangan Israel. Para Diplomat Mengatakan Tampaknya Tidak Ada Momentum Kritis untuk langkah apa pun.
“SAYA DIMINA UNTUK MANDIKAN INVENTARIS OPSI YANG DAPAT DIAML. TERSERAH KEPADA Negara-Negara ANGGOTA UNTUK TBAHAS Yang AKAN KITA LAKUAN GANGAN OPSI-OPSI INI,” Kata Kallas, Senin (14/7). Nada Diskusi Akan Sangan Dipengaruhi Cara Israel Mengimplementasikan Janjinya Kepada uni eropa untuk meningkatkan akes kemanusia ke Gaza.
Lebih Banyak Makanan
Kallas Mengatakan Pada Pekan Lalu Ia Mencapai Kesepakatan Gelangan Mitranya Dari Israel, Gideon Saar, Untuce Membuka Lebih Banyak Titik Masuk Dan Mengizinan Masuknya Lebih Banyak Makanan. Dua Juta Penduduk Gaza Menghadapi Kondisi Kemanusiaan Yang Majahlatink Karena Israel Sangat Membatasi Bantuan Selama Perang Yang Menghancurkan Di Jalur Gaza.
“Kami melihat Beberapa Tanda-tanda Baik Akan Datangnya Lebih Banyak Truk,” Imbuh Kallas. “Namun Tentu Saja Kami Tahu Bahwa Ini Tidak Cukup Dan Kami Perlu Mendorong Lebih Banyak Lagi Agar Implementasi Dari Yang Kami Sepakati Jagi Terjadi Di Lapangan.”
PAYA PEREMUAN UNI EROPA DAN NEGARA-NEGARA TETANGGA DI BRUSSELS PAYA Senin, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi Mengatakan Situasi Di Gaza Masih Katastropik.
Yakin Tidak Dihukum
Saar, Yang Berbicara Pada PerteMuan Yang Sama, Terdengar Yakin Negaraya Akan Menghindari Tindakan Uni Eropa Lebih Lanjut.
“SAYA Yakin Tidak Satu pun Dari Langkah-Langkah Tersebut Akan Diadopsi Oleh Negara-Negara Anggota Uni Eropa,” Kata Menteri Luar Negeri Tersebut. “Tidakwa Pembenaran Sama Sekali.”
Meskipun uni eropa Tampaknya saat ini tidak dapat Mengzil langkah lebih lanjut terhadap Israel, Mencapai tahap ini saja suda merupakan langkah yang cukup besar.
Blok TerseBut Baru SetUju TUKUKUU KEMBALI KESEPAKATAN KERJA SAMA TETEBUT SETELAH ISRAELA LANCOKAN KEMBALI Operasinya Yang Menghancurkan Di Gaza Menyusul Runtuhya gencatan Senjata Sadi Maret.
Sampai Saaty Itu, Perpecahan Yang Mendalam Antara Negara-Negara Yang Mendukung Israel Dan Negara-Negara Yang Lebih Pro-Palestina Menghambat Setiap Langkah.
Perang Dimulai Pada 7 Oktober 2023 Dan Menewaskan Sedikitinya 58.386 WARGA PALESTINA SERTA MELUKAI LEBIH DARI 139.000 Orang. Sebagian Besar Korban Itu Ialah Perempuan Dan Anak-Anak. (Fer/afp/i-2)

