
Setelah Berhasil Melalui Fase Pertama Sejak 2020, Program Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (Mentari) Akan Berlanjut Dalam Kerangka Kemitraan Strategis Inggris – Indonesia Yang Lebih Luas.
Program ini Tetap Berfokus Pada Pencapaian Target Iklim Dan Energi Indonesia, Serta Memperuat Kerja Sama Antara Kedua Negara Di Sektor Energi Bersih.
Wakil DUita BESAR INGRIS TUKUSIA Matthew Downing Menegaska, Selama Lima Tahun Terakhir, Program Mentari Telah Menjadi Unggulan Yang Mempererat Kolaborasi Antara Inggris Dan Indonesia, Anggota Telah Anggota Manfaat Langsung Kepada Masyarakat, Termasuk Di Sumba Tengah.
“Seiring Dengan Disepakatinya Kemitraan Strategis Baru Antara Perdana Menteri Keir Starmer Dan Presiden Prabowo Subianto Di London Tahun Lalu, Kami Ingin Membuka Lebih Banyak Peluang Kolaborasi,” Ujarnya Dalam Acara Munyak.
Pihaknya Menargetkan Pendanaan Sekitar US $ 1 Juta Guna Memperluas Dukungan Investasi di Sektor Energi Terbarukan Indonesia. Downing Menegaska, Investasi Ini Tidak Hanya Berasal Dari Inggris, Tetapi BUGA Dari Sumber Domestik Dan Internasional Lainnya.
“Program Investor Ini Yangbatani Pengembang Proyek Delan, Serta Anggota Dukungan Teknis Dan Kebijakan Untuce Mempercepat Transisi Energi Di Indonesia,” Ucapnya.
Dalam Kesempatan Sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana Menyambut Baik Baik Kelanjutan Program INI. Menurutnya, Masih Banyak Desa Yang Membutuhkan Aksses Listrik, Dan Berbagai Pendekatan Perlu Terus Didorong.
“Kami Berharap Kerja Sama Ini Tertus Berlanjut, Terutama untuk Mendukung Proyek-Proyek Energi Terbarukan Seperti Plta, Plts, Hingga Biomassa,” Kata Dadan.
Dia juga menkankan Pentingnya Memastikan Keberlanjutan Program MelalUi Tiga Pendekatan Utama, Yakni Pembangunan Infrastruktur, Pengelolaan Yang Berkelanjutan, Serta Pemanfaatan Listrik UNUK KEGUKIUTAN.
“Jadi Tidak Hanya Listriknya Menyala, Tapi Jaga Mendorong Aktivitas Ekonomi Lokal. Jika ini Berjalan Baik, Program Ini Bisa Berkelanjutan,” Ujarnya.
Selama Fase Pertamananya, Mentari telah mencatat sejumlah Capaan Penting. Salah Satunya Adalah Penerapan Skema Pembiayaan Campuran (campuran keuangan) BERSAMA PT SARANA MULTI INFRASTRUKTUR (SMI) MELLALUI dana kesenjangan viabilitas (VGF) Senilai RP21 Miliar. Dana Hibah ini Mendukung Pembangunan Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Baru Oheh Pt Brantas Energi Di Lombok, Bali, Dan Sumatra Barat Delangan Kapasitas 7,1 Megawatt (MW).
Skema Ini Berhasil Menarik Investasi Tambahan Sekitar Rp 210 Miliar, Dan Menjadi Contoh Nyata Kolaborasi Publik-Swasta Dalam Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Energi Bersih.
Selain Itu, Mentari Rona Telah Membangun Jaringan Listrik Mini Berbasis Tenaga Surya Berkapasitas 95 Kwp Di Desa Mata Redi Dan Mata Woga, Sumba Tengah. Proyek ini anggota AKSES Listrik Kepada 238 RUMAH TANGGA, Fasilitas Umum, Dan 16 usaha mikro Dan Kecil Yang Sebelumnya Tidak Teraliri Listrik.
TENGEHASIILAN TERSEBUT, Program Kelanjutan Mentari Diharapkan Semakin Memperuat Agenda Transisi Energi Indonesia, Membuka Peluang Ekonomi Baru Di Tingkat Lokal, Serta Mempererat Kemitraan Strategis Antara Indonesonia Daningia Depan MeJi Kemitraan Antara Indonesonia Indonesonia Indonesia DEPERAT MEMIHIAN ANTARA INGRIAD LEJUAN DEPAN MEMIHIAN ANTARA Berkelanjutan. (INS/E-1)

