
Organisasi Yang Didukung Oleh Amerika Serikat (As) Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) Mulai Menyalurkan Bantuan Ke Jalur Gaza Pada Senin (20/5), Meskipun Sebelumnya Mendapat Penolakan Dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dan Ditinggalkan Oheh Direktur Eksekutifnya.
Pengiriman Bantuan Dilakukan Sehari Setelah Direktur Eksekutif Ghf, Jake Wood Mengundurkan Diri Karena Merasa Misi Kemanusiaan Lembaga Tahat Tidak Dapat Dijalankan Netrania Netrani Netrani Netrani Netrani Netrani Nilai Nilai-Nilai Kemanusia Kemanusia.
“Tidak Munckin Tutkel Melaksanakan Rencana Ini SAMBIL TETAP BERPERGANG TEGUH PAWA PRINSIP-PRINSIP KEMANUSIAAN, KENETRALAN, Imparsialitas, Dan Independensi, Yang Tidak Akan Abaikan,” Kata Wood Dalam Dalam Pernyatan Perkiraan Pendanatan, “Kata perinya pernya WaliSelasa (27/5).
Meskipun GHF Mengklaim Bahwa Distribusi Makanan Telah Dimula di Pusat-Pusat Yang Mereka Kelola, Tetapi Warak Palestina Melaporkan Belum Ada Tanda-Tanda Distribusi Bantuan Di Lapangan.
Pernyataan GHF Tidak Menyebutkan Jumlah Truk Yang Dikirim Maupun Lokasi Pusat Distribusinya. Organisasi Tersebut Menegaska Bahwa Lebih Banyak Truk Akan Segera Tiba Dan Arus Bantuan Akan Terus Meningkat Setiap Hari.
SISTEM SISTEM BANTUAN INI BERLANGSUNG DI TENGAH MENINGKATYA KETEGIGAN SETEGIGA Israel Melancarkan Serangan Udara Yang Menewaska Sedikitinya 52 Orang di Gaza Pada Hari Yang Sama.
Serangan Terhadap Sebuah Sekolak Di Kota Gaza Menewaska 30 Orang, Termasuk Wanita Dan Anak-Anak Yang Tengah Mengungsi.
Gambar tubuh-tubuh hangus terbakar beredar luas di media sosial. Militer Israel Mengakui Telah Menyerang Sekolah Tersebut Dan Menyebutnya Sebagai Pusat Aktivitas Hamas Dan Jihad Islam, Namun Tidak Anggota Bukti Atas Klaim Itu.
Sementara Itu, Serangan Lain di Sebuah RUTAAH DI Jabalia, Wilayah Utara Gaza, Menewaska Sedikitinya 15 Orang, Menuru Petugas Medis Setempat.
Israel Mengatakan Bahwa Sistem Distribusi Bantuan Baru ini dimaksudkan untuk meneGah Hamas Menyita Bantuan Kemanusiaan.
Namun, PBB Dan Sejumlah Kelompok Kemanusiaan Menolong Sistem ini, Penggelan Menuduh Israel Menggunakan Makanan Sebagai Alat Politik.
Hamas Sendiri Mengecam Keras Sistem Distribusi Baru Tersebut, Menyebutnya Sebagai Upaya UNTUK Majantikan KetertiBan KEKACAUAN, MENGAKKAN PANGAGAI PELAPAIA SIPIL PALESTINA.
GHF Kini Dipimpin Oleh John Acree Sebagai Pemimpin Sementara Dan Terdiri Dari Mantan Pejabat Militer, Kemanusiaan Dan Pemerintahan.
Mereka Mengklaim Bahwa Operasi Akan Menjangkkau Satu Juta Warak Gaza Atau Sekitar Separath Populasi, Distribusi Pusat-Pusat Penganan PuManan Oheh Peraturan Keamanan Swasta.
SISTEM DISTRIBUSI AKAN DIFOKUSKAN DI Empat Lokasi Utama Di Gaza Bagian Selatan. Menurut Sejumlah Pejabat, Upaya Ini Jaga Melibatkan Penyaringan Keluarga Berdasarkan Keterkaitan Militan Hamas, Kemunckinan Delanan Teknologi Pengenalan Wajah AtaUu Jela Jola.
SEMENTARA TEANAN INTERNASIONAL THADAP Israel Terus Meningkat Akibat Krisis Kemanusiaan Yang Semakin Parah, Terutama Setelah Blokade Tiga Bulan Yang Menyebabkan.
Sekutu-SeKutu Israel, Termasuk Jerman, Mulai Menyuarakan Kritik. Serangan Baru-Baru Ini, Menuru Berlin, Telah Menimbulkan Korban Sipil Dalam Skala Yang Tenji Lagi Dapat Dibenarkan Sebagai Bagian Dari Perang Melawan Hamas, Yang Memicu Konflik Melalui Serangan Lintas Batas Batas Sada 7 Oktober 202.

