
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Veronica Tan Menyayangkan Banyaknya Orang Tua Yang Menyangkal Anaknya Meng Autisme.
“Saya Melihat Masih Banyak Orang Tua, Bukan Hanya Yang Yang Tidak Privil, Tapi Yang Suda Teredukasi Pun Katan Menutup Diri Menerima Anak Mereka Itu Adalah Anak Yang Sama Gangan Yang Lain Yang Harnis Dhargai,” Kata Veronica Tana Tana, Yang Lain Yang Harnis, “Kata Veronica, Kata Kata Kata,” “
Sekolah Khusus?
Veronica Dalam Media Talkshow Bertema Autisme Bukan Hambatan: Dukungan Dan Inovasi Dalam Menciptakan Peluang Kerja Yang Delis di Sekretariat Asean, Mengatakan Penyangkalan Tbuat Orang Tua Menyekolahkan, Kankan, Kankan, KANNANKAN, KANNANKAN KANNANKAN KANNANKANAN KANNANKAN KANNANKAN KANNANKANANKANKANANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANKANAN Reguler Sekolah.
“Menyeklahkan Mereka (anak Autis) Ke Sekolak Biasa, Karena Denial Itu. Kasihan anaknya di Situ, padahal Kita memilisi tempat-tempat yang anggota edukasi khusus taeka mereka di lingkangan lain,” KATA, “
Detekssi Dini?
Dalam Kesempatan Tersebut, Pihaknya Baga Menyoroti Pentingnya Detekssi Dini Sebagai Bagian Dari Roadmap Pengasuhan Anak Delangan Kebutuhan Khusus.
Menurut Veronica Tan, Selama Orang Tua Masih Menutup Diri, Maka Detekssi Dini Pun Tidak Akan Berjalan Maksimal. “Rencana untuk Detekssi Awal Dan Mengedukasi Orang Tua Yang Munckin Tertutup Gelangan Kondisi Anak Mereka Itu Penting Sekali. Biasanya Mereka Menyangkal, Merasa Malu, Dan Akhirnya Menutup-Nutupi,” Katanya.
Kepercayaan Diri?
Dia Mengatakan Menerima Kondisi Anak Adalah Kunci Utama Membangun Kepercayaan Diri Orang Tua Mengingatkan Setiapkan Anak, Termasuk Anak Denis Autis Adalah Sosok Yang Layak Dicintai Dan Dihargai.
Pihaknya MEMINA MASYARAKAT AGAR MEMUBAH CARA Pandang Mengenai Anak Autis. Anak autis bukan beban, Melainkan Bagian Dari Keberagaman Yang Haru Dipahami.
“Mereka Itu layak untuk dicintai buta, Dan Tidak Boleh Dibedakan. Menerima anak sebagai Autisme Itu Adalah Lumrah. Enggak Perlu Ditutup-Tutupi,” Kata Wamen PPPA. (Ant/P-3)

