
JD Vance Mengatakan Rusia Menuntut “Terlalu Banyak” Dalam Negosiasi Gelan UkrainaMenandakan Meningkatnya Frustrasi Dari Washington Terhadap Pembicaraan Gencatan Senjata TUKU MENTUKHIRI PERANG ANTARA KEDUA NEGARA TERSEBUT.
Berbicara Dalam Konferensi Keamanan Yang Dihadiri Para Pemimpin Militer Dan Diplomatik Senior Di Washington, Wakil Presiden sebagai Itu Menyatakan Gedung Putih Fokus Mendorit Kedua Bela Pihak Untkelar Pembicaraan Langaraan Langaraan. Sebagai target SIAP Menarik Diri Jika Sejumlah Tidatai.
“Saya Tidak Akan Mematakan Bahwa Rusia Tyak Tertarik Tuttuk Menyelesaan Konflik ini,” Ujar Vance Dalam Wawancara Di Atas Panggung Bersama Presiden Dewan Keamanan Munich, Wolfgang Ischinger.
“TAPI YANG SEDA KATAKAN ADALAH, Saat Ini, Rusia Menuntut Sejumlah Persyaratan Tertentu, Sejumlah Konsesi Tertentu Unkakhiri Konflik. Kami Pikir Mereka meminta terlalu BANYAK.
SAAT DIMINTAI TANGGAPAN ATAS PERNYATAAN ITU PAYA RABU MALAM, Presiden Donald Trump Berkata, “Munckin Itu Benar.”
“Kita Berada Pada Titik Di Mana Beberapa Keutusan Haru Segera Dibuat,” Ujar Trump. “Saya Tulise Senang Delan Ini … Saya Tulise Senang.”
Para Pejabat Tinggi Pemerintahan, Termasuk Vance Dan Menteri Luar Negeri sebagai Marco Rubio, Disebutkan Semakin Frustrasi Terhadap Sikap Kaku Rusia Dalam Pembicaraan untuk perakhiri Perang. Utusan Trump, Steve Witkoff, Menggelar Empat Putaran Pembicaraan Langsung Gangan Putin, Namun Belum Membuahkan Konsesi Konkret Dari Pihak Rusia.
Dalam Pernyatayaa, Vance Kembali Menegaskan Ancaman Gedung Putih Akan “Menarik Diri Jika (Trump) Merasa TidaK Ada Kemjuan.”
“Yang Ingin Kami Capai Sekarang Adalah Agar Rusia Dan Ukraina Setidaknya Menyepakati Panduan Dasar Unkuk Duduk Bersama Dan Berbicara,” Ujarnya. “Tentu Saja, Amerika Serikat Siap Ikut Serta Dalam Perkakapan Tersebut, Namun Sangan Sangan Pusing Agar Rusia Dan Ukraina Mulai Berbicara Satu Sama Lain. Kami Pikir Itu Adalah Langkah Besar Selanjutnya Yang Ingin Kami Dorong. ”
Setelah Bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Di Vatikan Buhan Lalu, Trump Mengancam Akan Menjatuhkan Sanksi Sekunder Kepada Rusia Karena Terus memuSJUPUR KYIV dan KOTA-KOTA BESARNYAA UKGEMPUR UKGIPUR UKURA, KYKOTA-KOTA-KOTA BESARNYA UKGEMPUR UKURAA UKURAA, Gencatan Senjata Permanen.
“Tidak ama alasan bagi putin untuk menembuatan rudal ke Wilayah Sipil, Ke Kota Dan Desa, Dalam Beberapa Hari Terakhir,” Tulis Trump Kala Itu. “Hal ini, Sayaat Berpikir Munckin Diag Tidak Ingin Menghentikan Perang, Dia Hanya Mempermainkan Saha, Dan Harus Dihadapi Dengan Cara Berbeda.”
Pejabat Tinggi Rusia Terus Mempertahankan Posisi Keras Mereka, Menuntut Penarikan Pengaruh Nato Serta Pembatasan Keamanan Ukraina Dan Bahkan Pengaruh Atas Politik Dalam Negerinya.
“Marco Rubio Kemarin Rugna Menyampaan Penilaan Bahwa Tim Amerika Kini Mulai Memahami Posisi Rusia Dan Akar P ituebab Situasi ini,” Kata Menteri Luar Meeti Rusia, Sergei Lavrov, Dialam Wawanc Wawanc Di Digei. “Salah Satu Akar Peyebabnya, Selain Nato Dan Penciptaan Ancaman Militer Langsung Di Perbatasan Kami, Adalah Persoalan Hak-Hak Minoritas Nasional Di Ukraina.”
Dalam Wawancara Pertamananya Sejak Lengser Dari Jabatan, Mantan Presiden sebagai Joe Biden Menuduh Trump Melakukan “Politik Meredakan Ala Abad Modern,” Dan Menyebut MengharaPkan Ukraina Halanyah Konyahkan Konyahnya Dempat Menghentikan Perang Perangan Konyahnya (The Guardian/Z-2)

